Minggu, 16 Desember 2007

Bisumu Membutakan.


__tongsampah



ah, engkau

masih saja terdiam

pelukanku demikian basah

oleh hujanhujan

yang rebah

aku kedinginan


engkau tak juga kunjung bicara

: hasrathasrat berlarian

mencari tempat berteduh


aku lupa pada kacamata

cahaya ini bikin buta

ah, engkau,,,

19 februari 07


Bisumu Membutakan II.




Tubuhku rubuh.

Sedari tadi aku menunggu

Kata yang tanak

Dalam benak.

Mendung keburu

Memburu.

Hujanhujan

Tak kuasa kutepiskan

dinginnya merenggutku.

Lidahku pun resah.


Aku basah.

19 februari 07


Berjuang Adalah Terus Berjalan.




Hampir semua yang hidup menertawaiku, “Bodoh!” hanya karena makan dengan tangankiri—mematahkan kedangkalan mekanis yang membuat pantat dunia serupa dengan muka berjerawat.

Tentu saja aku bergeming dengan tantangan untuk diterima dan tertawa pada mata yang buta.

Terus berjalan tak akan membuatku jauh dari sauh. Setidaknya aku melihat lanskap lain yang mendekati lengkap.

Jika papahku terus mengatakan apa yang harus, berjalan membantuku berpikir lurus tentang siapa yang akan aku urus: hasratku atau sekedar usus yang menggerus halus.


Batang Pagi di Ujung Imaji.




Belum lagi habis sebatang pagi yang kuhisap

Warnawarna dan katakata

Telah mengepung tepat di ujung mulut:
Saling berucap dan menatap

Seperti produksi imaji

Dari industri sunyi


Inilah pilihan

Dari keterbatasan pilihan, sayangku,”

Ucap tangantangan tak terlihat



25 oktober 2007