Lemarikaca mendapati diriku terkulai sunyi, di depan parade orang mati. Aku pun tersenyum, melihat TV berseragam polisi. Menjadi kyai.
Indramayu, 20 Agustus 2010
Rabu, 27 April 2011
Lelaki yang Membawa Hujan.
kipasangin masih bertiup rintikrintik saat aku terjaga dari kalimatkalimatnya yang menggoda. aku melongok sebentar ke jendela pikiranku, "tak ada kabarburuk yang mampir." persis setelah menghela nafas terakhirku, aku terkejut ketika tibatiba air mulai mengganjili rasakhawatirku. lelaki itu ada di sini. aku selalu tahu gentenggenteng tak akan mampu menghalangi hujan yang dibawa dirinya untuk menerobos diriku. karenanya juga aku membiarkan rumahdiriku beratapkan kemungkinan. toh tak ada gunanya melawan harapan.
setiap kali lelaki itu datang, hujan tampak tak pernah malumalu melumat apa pun yang ada di diriku. untungnya, tak pernah ada oranglain yang pernah merekam kejadian itu, selain tanggalan merah bergambar awan yang sedang menggulung kasur.
akhir 2010, belum selesai.
setiap kali lelaki itu datang, hujan tampak tak pernah malumalu melumat apa pun yang ada di diriku. untungnya, tak pernah ada oranglain yang pernah merekam kejadian itu, selain tanggalan merah bergambar awan yang sedang menggulung kasur.
akhir 2010, belum selesai.
Sabtu, 02 April 2011
Sepasang Duka yang Tak Luka.
: ode untuk nenek
Serasa dipeluk dipan dan almari, aku memasuki rambutmu yang terbujur kaku: tenggelam dalam ninabobo yang kian malam.
Terbenamlah, agar tak lagi lelah.
Indramayu, 02 April 2011
Serasa dipeluk dipan dan almari, aku memasuki rambutmu yang terbujur kaku: tenggelam dalam ninabobo yang kian malam.
Terbenamlah, agar tak lagi lelah.
Indramayu, 02 April 2011
Nadir yang Menyihir.
Kipasangin merinding menatap balingbalingnya menggelinding. ketakutan pun semakin merayap. Lalu menggeriap dan kalap. Gelap.
Tak ada yang diam.
Ciputat, 18 Maret 2011
Tak ada yang diam.
Ciputat, 18 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
