Sabtu, 07 Juni 2008

Nikahnya Duka dan Bahagia.


Kunikahi detak jantungmu yang menggantung dengan tatap mata bersama jemari yang berpilin dan pundak yang berundak. Kusingkap matamu yang lelap dengan bibir basahku yang menanggalkan resah bersama melankoli di puncak mimpi. Kupetik tubuhmu yang bernyanyi merdu dengan lesung pipit yang menari sahdu menikmati semarak musik tanpa jarak. Kukecap lahap ujung lidahmu yang menjadikan kenangan sebagai penanda sejarah dan petanda indah bersama bibir yang menantang cibir: nikahnya duka dan bahagia.

21 Oktober 2007

Nikah Sunyi.


kupinang engkau dengan bismillah

di malam ini

disaksikan rembulan dan gumintang

kusematkan al-fatihah

pada setiap jemarimu, dan

kukecup mesra keningmu dengan serangkaian

alhamdulillah

(nogosari I – 21 Jul. 06)

Mengaji Sunyi.


Temaram demam

Mengajak jejakjejak

Mengeja (kembali) kata

Di satu jenis tangis

Yang genap tanggal

Pada tanggal tigabelas

Di sebuah kamis

“Bangunkan saja!

Ia telah cukup terkantukkantuk”

“Aku hanya takut

Menjadi kutuk.”

“Tak apa

Biar luka menyemai

Indahnya tabir cakrawala.”

“Terus berjalan

Tak akan membuatku begitu

Jauh dari rumah.”

11 Juli 2007

Melampaui Titik Balik.


yang

mati

biarkan

mengubur

dirinya

sendiri

: melanjutkan

rajutanrajutan

pelangi

( I take my desire for realiy

because I believe in the reality of my desire)

9 maret 07